Tampilkan postingan dengan label Joomla. Tampilkan semua postingan

Tampilkan postingan dengan label Joomla. Tampilkan semua postingan

Februari 13, 2012

Cara menginstal Joomla di komputer (offline)

Pada postingan yang lalu pernah saya bahas tentang install Wordpress di PC. Kali ini saya ingin membahas cara instalasi Wampserver untuk media install Joomla di PC. Yang dimaksud dengan install Joomla d PC adalah instalasi secara offline pada komputer sendiri dan tidak terhubung dengan internet, yang biasa disebut juga localhost. Untuk melakukan instalasi ini diperlukan dua tahap, yaitu :
  1. Instalasi perangkat lunak server. Di sini saya menggunakan Wampserver.
  2. Instalasi CMS Joomla. Di sini saya menggunakan CMS Joomla 1.0.15
Berikut ini langkah-langkah untuk mengistall Wampserver pada komputer dengan sistem operasi yang digunakan Windows.
  1. Yang pertama pastinya harus memiliki software Wampserver, kalau belum ada bisa download di www.wampserver.com.
  2. Saya asumsikan sobat sudah memilikinya, selanjutnya kita cari file WampServer2.0f.exe yang sobat sudah download tersebut dan di klik ganda, dan akan tampil jendela seperti berikut ini.
  3. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
  4. Selanjutnya klik Yes untuk melanjutkan proses instalasi, dan akan tampil jendela seperti berikut
  5. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
  6. Pada jendela tersebut ada tombol Next, langsung saja diklik, selanjutnya akan tampil jendela berikut ini
  7. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    Pada gambar di atas, merupakan jendela yang menjelaskan tentang lisensi WampServer, yaitu GNU GPL. Artinya kita diperbolehkan meng-copy dan mendistribusikannya, namun tidak boleh mengubahnya.
  8. Berikutnya pada tampilan jendala di atas, sobat pastikan untuk mencentang atau mengaktifkan bagain I accpet the aggreement yang menyatakan bahwa sobat setuju dengan lisensi tersebut (diatas), kemudian klik tombol Next dan akan tampil jendela selanjutnya seperti di bawah ini.
  9. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    pada jendela di atas, sobat diminta menentukan lokasi tempat penginstalasian WampServer, secara default diletakkan pada lokasi C:\wamp. Kemudian klik tombol Browse kalau sobat ingin menempatkan di lokasi lain. Tapi sebaiknya biarkan saja pada lokasi default.
  10. Setelah menentukan lokasi untuk instalasi WampServer kemudian klik tombol Next, sehingga akan tampil jendela seperti berikut ini. Di sini sobat diberikan feature tambahan seperti "Create a Quick Launch Icon dan "Create a Desktop Icon, sebaiknya sobat centang kedua opsi tersebut. Pilihan ini nantinya akan memudahkan sobat untuk mengakses WampServer, yaitu ketersediaan shortcut pada desktop dan pada menu quick Lauch, yang akan memudahkan sobat untuk menjalankan WampServer nantinya, setelah itu tekan tombol Next.
  11. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
  12. Akan tampil jendela selanjutnya seperti di bawah ini, dan langsung saja klik tombol Install untuk melaksanakan proses instalasi.
  13. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    Pada saat penginstalasian nanti, sobat akan menemukan "WARNING" dengan pesan :"KEEP BLOCKING", "UNBLOCK" dan "ASK ME LATER". Peringatan ini abaikan saja, karena sobat akan menginstallnya di localhost. Jika instalasi online maka peringatan ini harus dijawab dengan memilih opsi "UNBLOCK", jika tidak MAKA WampServer sobat akan diblok oleh firewall Windows.
  14. Setelah itu klik tombol Next dan akan muncul jendela berikutnya, seperti ini
  15. Tag Image/Instalasi Joomla di PC
    Tampilan jendela di atas menjelaskan bahwa sobat telah berhasil menginstall WampServer di localhost yaitu di PC secara offline. Kemudian klik tombol Finish untuk menutup jendela ini, dan menjalankan secara langsung WampServer sobat. Tanda WampServer aktif adalah muncul icon WampServer (simbol) berwarna putih pada bagian kanan bawah taskbar Windows sobat. Untuk menjalankan WampServer, sobat cukup meng-klik tombol icon WampServer tersebut.
  16. Jika sobat mau melihat atau mengecek apakah server Apache, PHP dan Database MYSQL sudah aktif dan berjalan dengan baik, lakukan dengan cara :
    Klik menu Localhost pada menu di atas, atau bukalah browser sobat, kemudian ketikan localhost pada bagian Address. Dan pastikan halaman yang tampil seperti gambar berikut ini.
    Tag Image/Instalasi Joomla di PC
Demikian, cara menginstal Joomla di komputer (offlie), semoga bermanfaat.




referensi:
http://www.dillablog.co.cc

Januari 19, 2010

Instalasi Joomla menggunakan WampServer

Cara Install Joomla Dengan Wampserver, Install Wordpress dengan Wampserver, Belajar WordPress di Hosting Byethost, Belajar Wordpress, Tutorial Wordpress, Belajar SEO, Cara Membuat Blog Di WordPress, Cara Membuat Blog di Bogspot, Tutorial Blog, Tutorial Joomla, Blogger, Blogspot, WordPress, Joomla, Tutorial Untuk Pemula, Widget, Template, Modifikasi Blog, Modifikasi Template, Belajar Jadi Nomor 1 Di Google Search Engine, Optimasi Blog, Cara Membuat, Cara Buat, Recent Post, Recent Comment, Popular Post, Thumbnail, Kolom Tutorial, Belajar Ngeblog, Cara Cari Duit Di Internet
Sejenak ninggalin dunia lunamaya dan sobat blogger semua, hampir 2 pekan lebih saya tidak menyentuhnya, kini hadir kembali untuk berbagi bersama sobat semua, dan tidak lupa ucapan Selamat Tahun Baru 2010 buat sobat blogger semua dari Sabang sampai Merauke.

Sebenarnya postingan kali ini sudah diposting lebih dulu oleh Kang Rohman, tapi ngga apalah, bukannya banyak referensi akan lebih baik daripada hanya satu referensi saja, tul-kan sob.

Joomla sebagai salah satu Content Management Systtem (CMS) yang biasa digunakan sebagai bahan pembangun blog atau weblog, mulai dari yang sederhana hingga website yang sangat kompleks seperti halnya WordPress, Drupal, PHP-Nuke, XOOPS dan masih banyak lagi yang lainnya.

Joomla sebagai suatu Open Source CMS merupakan produk yang memiliki fitur yang sudah lengkap, stabil, dapat diandalkan dan biasanya dibuat dari server side script yang berlisensi open source juga.

Untuk membuat suatu CMS dibutuhkan tool dan script tertentu. Berikut ini tool dan script yang berjalan di bawah sistem operasi Window:
  • Web Browser (Fire Fox)
  • Web Server (Apache)
  • Database Server (MySQL)
  • Script Engine (PHP)
  • Script Editor (Dreamweaver)
  • Software Upload (WS FTP Pro)
  • CMS Script (Joomla Server)

Joomla merupakan pengembangan dari open source project Mambo, yang dulu sering disebut sebagai Mambo Open Source atau MOS. Joomla kini hadir dengan versi baru yang jauh berbeda dengan Joomla versi 1.0. Joomla yang baru tersebut diberi nama Joomla 1.5 yang sampai saat ini telah mencapai versi 1.5.10.

Ok, lanjut... Ada baiknya kalo kita mengenal lebih dulu struktur file penting yang terletak di root direktori server Joomla, yaitu :
  • index.php, merupakan file utama untuk menampilkan halaman web Joomla. Beberapa pengaturan joomla terdapat pada file ini. Jika kita mengakses file ini, berarti kita membuka halaman depan website Joomla.
  • configuration.php, merupakan file yang terbentuk saat kita melakukan proses instalasi Joomla. Pada file ini terdapat pengaturan untuk koneksi ke database, dan pengaturan penting lainnya. Jika file ini rusak, website Joomla tidak akan berfungsi.
  • copyright.php, file ini berisi tentang hak cipta website CMS Joomla, walaupun sebenarnya lebih tepat disebut copyleft.
  • license.php, file ini berisi informasi tentang lisensi website CMS Joomla.
  • mainbody.php, ini merupakan file pendukung yang sangat penting dalam mengatur tampilan berita di website Joomla.
  • pathway.php, sebuah file yang berfungsi untuk menggambarkan urutan proses aplikasi yang ada di Joomla.

Berikut ini adalah struktur direktori Joomla, yang terdiri dari :
  • Administrator, ini merupakan direktori khusus administrator untuk keperluan pengelolaan website Joomla. Mulai dari proses instalasi modul, komponen, mambot, bahasa sampai dengan proses manitenance web secara keseluruhan.
  • Cache, sebuah direktori khusus yang berfungsi untuk menyimpan data sementara di komputer pengguna, tujuannya adalah mempercepat proses loading web jika dibuka pada waktu lain. Fungsinya sama dengan memori komputer.
  • Components, merupakan direktori tempat menyimpan seluruh komponen yang terinstall di website Joomla.
  • Editor, sebuah direktori khusus untuk menyimpan berbagai editor yang diinstall pada website Joomla.
  • Help, sebuah direktori khusus untuk menampilkan bantuan jika kita menemukan kendala dalam menggunakan Joomla.
  • Images, adalah direktori tempat menampung file-file gambar guna keperluan website Joomla.
  • Includes, ini merupakan direktori pendukung bagi aplikasi Joomla yang lain.
  • Instalation, direktori yang digunakan dalam proses instalasi website Joomla. Jika proses instalasi selesai, direktori ini sebaiknya dihapus untuk pertimbangan keamanan web di masa datang.
  • Language, sebuah direktori khusus untuk menampung jenis-jenis bahasa yang dapat digunakan di website Joomla. Sehingga kita bisa membuat sebuah website yang multi bahasa.
  • Mambots, sebuah direktori untuk menampung tool tambahan dari Joomla. Misalnya, mos images, mos pagebreak, dan lain-lain.
  • Media, sebuah direktori yang diperuntukkan untuk menyimpan dan meng-upload file ke dalam website Joomla, baik file gambar maupun teks.
  • Modules, tempat menyimpan modul-modul yang terinstal di website Joomla.
  • Templates, tempat menyimpan semua template yang terinstal di website Joomla.

Berikut adalah istilah penting pada Joomla, antara lain :
  • Module, adalah bagian unit fungsi dari Joomla yang berguna untuk menampilkan fitur-fitur utama Joomla serta menampilkan beberapa komponen terkait. Secara default, Joomla menyediakan beberapa modul, seperti :
    • Component, adalah sebuah aplikasi yang menambah nilai guna Joomla. Sebuah component mempunyai konfigurasi di bagian jendela administrasinya. Misalnya komponen weblink, contact form, polling dan lain sebagainya.
    • Mambots, sebuah unit fungsi Joomla yang disisipkan untuk memanipulasi ataupun menterjemahkan konten yang diproses sebelum ditampilkan. Seperti Mambots Editor, Mos Image, dan lain sebagainya.
    • Template, sebuah aplikasi yang berfungsi untuk mengatur tampilan website Joomla secara keseluruhan. Template ini mirip dengan istilah Theme di WordPress. Pada template ini diatur sedemikian rupa sehingga website dapat tampil sesuai keinginan kita.
    • Content, msemua berita/artikel/module/komponen yang terdapat dalam website secara keseluruhan.

Berikut adalah aplikasi pendukung Joomla, antara lain :
  • Aplikasi PHP, aplikasi PHP mutlak diperlukan karena Joomla sendiri dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP. Aplikasi PHP ini dapat kamu download di website resminya, www.php.net atau langsung ke http://www.php.net/downloads.php.
  • Web Server Apache, karena Joomla menggunakan bahasa pemrograman PHP, diperlukan sebuah server untuk mendukung aplikasi tersebut. PHP adalah bahasa pemrograman web yang bersifat server side. Aplikasi server yang dibutuhkan oleh Joomla adalah Apache. Silahkan download di www.apache.org atau langsung ke http://httpd.apache.org/download.cgi.
  • Database MySQL, yang merupakan pilihan Joomla tempat menyimpan seluruh content web. MySQL merupakan Relational Database Management System yang berlisensi GNU/GPL dan dapat di download secara gratis di www.mysql.som. Sedangkan link downloadnya atau di http://dev.mysql.com.

Untuk mempermudahnya daripada mendownload satu per satu aplikasi di atas semua yang diperlukan, saat ini banyak juga beredar software yang bersifat multi aplikasi, artinya dengan sekali instal, ketiga aplikasi yang diperlukan di atas langsung terinstal dan terkonfigurasi dengan baik. Aplikasinya adalah WAMP (Window Apache Mysql dan PHP) yang bisa didownload di www.wampserver.com. Ok, sampai ketemu dipostingan berikutnya tentang Instalasi WAMPSERVER secara offline, untuk menginstal CMS Joomla pada komputer sendiri dan tidak terhubung dengan internet, bisa disebut juga localhost. Tapi kamu bisa juga kunjungan blog Kang Rohman yang sudah lebih dulu mempostingnya.

Copyright © / dillablog

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger